Apakah Sekarang Saat yang Tepat untuk Berinvestasi?
January 10, 2009
INVESTASI AKAN MENJADI MUDAH JIKA ANDA DAPAT MEMILIH KAPAN WAKTU TERBAIK UNTUK MEMBELI DAN MENJUAL ( BUY AND SELL ) ASSET INVESTASI ANDA.
TETAPI MENENTUKAN WAKTU YANG TEPAT UNTUK BERINVESTASI ( TIMING THE MARKET ) BUKANLAH HAL YANG MUDAH. PENDEKATAN YANG MENGATASI PEMILIHAN WAKTU INVESTASI ADALAH DENGAN MENGGUNAKAN METODE COST AVERAGING.
Metode Cost Averaging
Dengan menggunakan metode Cost Averaging, Anda tidak perlu mengkhawatirkan kemana arah perubahan harga, pergerakan arah tingkat suku bunga, naik turunnya harga saham ataupun obligasi.
Apakah yang dimaksud dengan Cost Averaging? Cost Averaging merupakan salah satu cara berdisiplin investasi secara rutin dan berkala. Bagaimanapun situasi ekonomi, anda tetap melakukan investasi. Walupun harga saham atau harga beli unit penyertaan sedang naik, Anda tidak terpengaruh dan tetap berinvestasi. Tahunkah Anda manfaat dibalik kedisiplinan tersebut? Anda akan memperoleh rata-rata nilai pokok investasi yang rendah.
Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Jika Anda berinvestasi misalkan pada Reksa Dana Saham atau Reksa Dana Campuran dimana Nilai Aktiva Bersih per unit sedang tinggi tentunya Unit Penyertaan yang anda peroleh akan menjadi kecil. Sebaliknya, jika pasar sedang bergejolak yang berdampak pada Nilai Aktiva Bersih per unit Reksa Dana menjadi turun, maka Unit Penyertaan yang akan anda peroleh menjadi lebih besar. Jika dirata-rata, harga pokok investasinya menjadi rendah.
Keuntungan yang lebih besar akan dapat Anda rasakan ketika Indeks Harga Saham terus melambung tinggi, dibandingkan dengan harga pokok investasi rata-rata yang aAda miliki. Anda bisa hitung keuntungan besar yang Anda peroleh dari kedisiplinan Anda dalam berinvestasi.
Ilustrasi berikut akan memudahkan Anda untuk lebih memahami konsep Cost Averaging. Asumsikan Anda menginvestasikan Rp. 500.000,00 kedalam Reksa Dana Danareksa Anggrek yang memiliki Nilai Aktiva Bersih per unit sebesar Rp. 1734.783 pada bulan Februari. Beberapa bulan ke depan ternyata pasar berfluktuatif yang mengakibatkan NAB berubah.
|
Bulan |
Nilai Investasi (Rp) |
NAB/unit (Rp) |
UP |
| Feb | 500.000 | 1734,783 | 288,22 |
| Mar | 500.000 | 1751,155 | 285,53 |
| Apr | 500.000 | 1729,235 | 289,14 |
| Mei | 500.000 | 1799,894 | 277,79 |
| Jun | 500.000 | 1852,927 | 269,84 |
| Total | 2.500.000 | 1773,598 | 1410,52 |
| Keterangan :
NAB/Unit = Nilai Aktiva Bersih per Unit UP = Unit Penyertaan |
Setelah berinvestasi selama lima bulan yaitu pada akhir Juni 2008 Anda mempunyai 1410.52 unit penyertaan dengan Nilai Aktiva Bersih per unit Rp 1852.927 sehingga total investasi adalah Rp 2,613,590. Anda telah menginvestasikan uang Anda sebanyak Rp. 2,500,000 dengan keuntungan sebesar Rp. 113,590.
Cost Averaging tidak dapat menjamin keuntungan tetapi dalam jangka panjang metode ini akan dapat mengurangi resiko investasi pada saham yang berfluktuasi.
Jadi, kapan waktu terbaik untuk berinvestasi? Bulan ini, bulan depan…….setiap bulan…….
Rencana Investasi
Salah satu cara untuk merancang Rencana Investasi dengan mudah adalah dengan melakukan investasi secara berkala yang langsung dikeluarkan dari gaji Anda ataupun di debit dari rekening bank Anda setiap bulan.
Keuntungan dari melakukan rancangan investasi dengan pendebitan langsung adalah :
-
Anda secara otomatis melakukan metode Cost Averaging.
-
Cara yang mudah untuk mendisiplinkan diri sendiri dalam berinvestasi, karena anda telah berinvestasi sebelum Anda tergoda untuk menghabiskan uang Anda.
