Berbuat baik itu menyenangkan.
January 10, 2009
Pernahkah seseorang menanyakan kepada Anda tentang alamat suatu tempat atau rumah di sekitar anda. Apa perasaan Anda ketika Anda berhasil memberikan informasi yang benar dan si penanya bisa sampai alamat seperti yang Anda tunjukkan? Merasa senang bukan, lantaran telah membantu orang tersebut.
Atau barangkali pernah suatu ketika Anda naik sebuah bus dimana semua tempat duduk sudah terisi penuh. Lalu naiklah seorang penumpang perempuan yang sedang hamil tua. Kalau Anda seorang yang manusiawi tentu Anda akan mempersilakan dia untuk duduk sementara Anda merasa tidak apa-apa berdiri. Padahal perjalanan Anda masih jauh.
Ada rasa senang dan tenteram di saat kita bisa membantu orang lain, meskipun kita tidak mendapatkan imbalan materi apapun.
Itulah sebuah kebaikan, akan memberikan rasa tenang, tenteram, nyaman dan semacamnya. Tentu hal ini dicapai jika kita benar-benar ikhlas dalam membantu orang lain.
Sisi lain yang harus juga kita yakini adalah bahwa siapa menabur benih kebaikan pasti akan menuai hasilnya. Orang Jawa mengatakan ”sapa nandur, bakal ngundhuh” atau siapa menanam akan memanen.
Yakinlah terhadap teori ini. Setiap apapun kebaikan yang kita berikan kepada orang lain, dan kita ikhlas tidak peduli diberi imbalan atau tidak pasti Yang Maha Kaya akan memberikan kita gantinya. Ganti dari-Nya bisa jauh lebih tinggi dari apa yang pernah kita perbuat, entah berupa kesehatan, ketenangan berpikir, atau barang kali rejeki yang tidak disangka sebelumnya
Banyak pengalaman religius tentang masalah ini.
Jadi, tunggu apalagi! Yok berlomba-lomba dalam kebaikan. Apapun, dimanapun, sekecil apapun dan kepada siapapun kebaikan itu, lakukan. Di kantor, di jalan raya, di pasar dan di mana-mana. Mulai dari hal yang kecil, seperti menyapa/salam/tersenyum, sampai hal yang membutuhkan energi fisik atau bahkan pengorbanan uang.
Daripada energi habis untuk hal yang negatif, mending berbuat baik, mulai sekarang. YOK!
