Bursa Saham Global Terguncang

September 16, 2008

Selasa, 16 September 2008 | 02:49 WIB

LONDON, SENIN - Hampir semua pasar saham di seluruh dunia rontok, Senin (15/9) karena kejatuhan dramatis penyedia investasi besar dari AS, Lehman Brothers. Kebangkrutan Lehman memicu penurunan tajam seluruh sektor keuangan di tengah kecemasan akan datangnya pengaruh yang lebih buruk.

Bursa saham Eropa turun antara tiga hingga empat persen. Wall Street juga merosot setelah Lehman Brothers menyatakan kebangkrutannya dan penjualan rivalnya yang tengah krisis di Wall Street, Merrill Lynch kepada Bank of America.

Saham-saham di Wall Street turun hingga 2,72 persen. Di Kanada, saham-saham turun sekitar tiga persen, sementara di pasar Brasil, terbesar di Amerika Selatan, turun lima persen pada pembukaan pasar dan kemudian menujukkan penurunan sekitar empat persen.

Di London, indeks FTSE 100 turun 3,92 persen menjadi 5.204,20 poin. Di Paris, indeks CAC 40 jatuh 3,78 persen menjadi 4.168,97 poin dan di Frankfurt, indeks DAX, menyusut 2,74 persen menjadi 6.064,16 poin. Indeks Euro Stoxx 50 dari saham-saham perusahaan terkemuka zona euro turun 3,67 persen.

Di Asia, pasar saham Jepang, China, Hong Kong dan Korea Selatan tutup untuk libur publik. Sementara Sydney turun 1,8 persen dan Singapura turun 3,27 persent. Tempat lainnya di Eropa,, Brussel turun 3,49 persen, Madrid turun 4,50 persen, Italia turun 3,72 persen, Belanda turun 3,64 persen dan Swiss turun 3,83 persen.

Bank-bank sentral, dipimpin oleh Federal Reserve AS, menyuntikan puluhan miliar dolar AS ke dalam sistem keuangan untuk menghadapi rush (penarikan dana besar-besaran) likuiditas. Akibat krisi tersebut, para investor dikhawatirkan menarik uangnya keluar dari saham dan mencari tempat yang aman.

Korban jatuh pertama setelah Lehman Brothers mengajukan pailit guna melindungi aset dan memaksimalkan nilai perusahaan adalah bursa-busa di Asia termasuk Indonesia. Kemudian diikuti Timur Tengah, Rusia, dan Eropa sebelum mengguncang pasar-pasar Amerika Utara dan Selatan.

“Kebangkrutan Lehman Brothers telah mengirimkan sebuah guncangan besar melalui pasar-pasar keuangan karena ini merupakan korban terbesar krisis kredit yang dimulai pada Agustus 2007 dan telah dipertimbangkan juga menjadi kegagalan terbesar,” kata ekonom Global Insight, Howard Archer.

Pada waktu yang sama, dolar turun tajam terhadap euro sebelum pulih kembali dari beberapa penurunannya di tengah perdagangan yang terguncang. Euro berada pada 1,4168 dolar AS.

Sementara itu, harga minyak merosot ke posisi terendah dalam tujuh bulan terakhir hingga di bawah 93 dolar AS karena kekhawatiran krisis akan memperlambat pertumbuhan dan menahan permintaan energi.

“Selain itu, segalanya terdorong ke samping karena pasar saham berupaya memperhitungkan apakah yang akan diperbuat pasar saham dan ekonomi menyusul penjualan Merrill dan kebangkrutan Lehman,” kata Al Goldman dari Wachovia Securities.

Beberapa analis lainnya mencemaskan efek gelombang dari masalah keuangan karena perusahaan-perusahaan berhubungan dengan Lehman Brothers, untuk menutupi posisi mereka, mungkin lebih mendorong tekanan jual. Untuk mengantisipasi pengaruhnya, Federal Reserve diperkirakan akan menurunkan suku bunganya dalam pertemuan mereka pada Selasa (16/9).

Post a Comment

Get my banner code or create a flash banner

© 2010 - Info Reksadana

Powered by WordPress
Designed by Shops UK
Blog Tools
Registrar Codes
XHTML Valid