Investasi Reksa Dana Terproteksi di Tengah Krisis
December 30, 2008
Jakarta - Manajer Investasi (MI) ramai-ramai menerbitkan reksa dana terproteksi di tengah gejolak pasar finansial global akibat krisis di Amerika Serikat. Investor diharapkan punya alternatif dan tujuan investasi yang tetap dapat tercapai walau pasar sedang fluktuatif seperti saat ini.
Merebaknya sentimen negatif di pasar efek dunia dan domestik, anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan dan Indeks Harga Obligasi Pemerintah Gabungan yang masing-masing turun sebesar -28.8% dan -7.6% hanya pada periode 8 September – 8 Oktober 2008, menjadi latar belakang Manajer Investasi PT Valbury Asia Securities (VAS) meluncurkan Reksa Dana Terproteksi ‘Valburi Terproteksi I’.
Valburi Terproteksi I ini termasuk Reksa Dana Terproteksi pertama yang diluncurkan pasca dikeluarkannya Peraturan Bapepam No. IV.C.2 tentang Nilai Pasar Wajar (NPW) dari Efek dalam Portofolio Reksa Dana yang merupakan lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. KEP-402/BL/2008 tanggal 09 Oktober 2008.
Hadirnya Valburi Terproteksi I merupakan bentuk respon saktif VAS selaku Manajer Investasi (MI) di saat terjadi gonjang-ganjing pasar obligasi domestik, khususnya pasar Surat Utang Negara (SUN).
“Valburi Terproteksi I setidaknya menjadi bentuk partisipasi aktif kami membantu pemerintah menstabilkan pasar obligasi nasional,” ungkap Sherman Rana Krishna, Presiden Direktur VAS, Rabu (23/12/2008).
Valburi Terproteksi I telah mendapatkan pernyataan efektif dari Bapepam pada tanggal 19 Desember 2008. Tri Agung Winantoro, Direktur VAS yang menaungi Divisi Manajemen Investasi mengatakan target dana kelolaan produk baru ini sekitar Rp 80-100 miliar.
“Kami berharap akan bertambah investor yang berpartisipasi dalam produk-produk terstruktur kami. Kami tetap optimistis untuk mencapai target dana kelolaan Rp 1 triliun di tahun 2010,” ulas Tri.
Valburi Terproteksi I berjangka waktu lima tahun dengan tujuan investasi memberikan proteksi 100% terhadap pokok investasi pada tanggal jatuh tempo melalui mekanisme investasi dan bukan mekanisme penjaminan oleh MI maupun pihak ketiga, serta memberikan pembagian kupon sesuai tanggal jatuh tempo kupon obligasi.
Dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan ketentuan lain dalam Kontrak Investasi Kolektif, Valburi Terproteksi I akan berinvestasi maksimum 100% pada Surat Utang Negara dan maksimum 20% pada Instrumen Pasar Uang dan atau Kas.
“Kami memperkirakan faktor tingginya tingkat inflasi dan suku bunga serta gejolak pasar komoditas akan menggiring investor melebarkan bobot investasi berbasis instrumen pendapatan tetap. Adalah salah satu alasan kami meluncurkan produk ini sehingga investor punya alternatif dan tujuan investasi mereka tetap dapat tercapai walau pasar fluktuatif,” ungkap Mia Nainggolan, Kepala Investasi VAS.
Menurut Mia, perkembangannya Reksa Dana Terproteksi dapat menjadi pendorong pemulihan industri reksa dana nasional.
VAS sebagai Manajer Investasi telah mendapat ijin dari Bapepam sejak tahun 2002, namun baru sejak Desember 2007 secara intensif menggarap bisnis pengelolaan dana, baik memanfaatkan jaringan ritel di 22 cabang dan 14 galeri investasi universitas yang tersebar di 20 kota di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi serta juga menggarap jaringan institusinya.
“Ke depannya, VAS berencana mengeluarkan sejumlah produk serupa tentunya mencermati kondisi pasar dan animo investor,” kata Supanto Sukirno, Kepala Pemasaran VAS.
Hingga akhir tahun 2008 ini, VAS optimistis mencapai target dana kelolaan sebesar Rp 100 miliar dan mengincar pelipatgandaan dana kelolaan tahun depan, termasuk melalui kontribusi reksa dana konvensional dan terstruktur serta kontrak pengelolaan dana.

One Response to “Investasi Reksa Dana Terproteksi di Tengah Krisis”
menarik…
benar sekali investasi itu banyak sekali salah satunya dgn Investasi PT Valbury Asia Securities Reksa Dana Terproteksi ‘Valburi Terproteksi” yg ini bagus karena valbury adalah perusahaan internasional yg sudah go publik,,,,
salam
fikri
By cari uang di internet
on Aug 13, 2009